Segala puji hanya milik Allah semata, shala-wat dan salam semoga tetap dicurahkan kepada hamba dan utusanNya, yaitu Nabi Muhammad, keluarga dan para shahabatnya. Amma ba`du:
Al-Hakim meriwayatkan Alqamah bin
Haris r.a berkata, aku datang kepada Rasulullah s.a.w dengan tujuh orang dari kaumku. Kemudian setelah kami beri
salam dan beliau tertarik sehingga beliau
bertanya, "Siapakah kamu ini?" Jawab
kami, "Kami adalah orang beriman."
Kemudian baginda bertanya, "Setiap
perkataan ada buktinya, apakah bukti keimanan kamu ?
" Jawab kami, "Buktinya
ada lima belas perkara. Lima perkara yang
engkau perintahkan kepada kami, lima
perkara yang diperintahkan oleh
utusanmu kepada kami dan lima perkara
yang kami terbiasakan sejak zaman jahiliyyah ?" Tanya Rasulullah s.a.w,
.......... "Apakah lima perkara yang aku perintahkan kepada
kamu itu ?"
==========> Jawab mereka, "Kamu telah
perintahkan kami untuk beriman kepada Allah s.w.t. ,
percaya kepada Malaikat-Nya,
Kitab-kitab-Nya ,
Rasul-rasul-Nya, percaya kepada takdir Allah s.w.t. yang baik mahupun yang buruk." Selanjutnya tanya Rasulullah s.a.w "Apakah lima perkara yang diperintahkan oleh para utusanku
itu ?"..... Jawab mereka, "Kami diperintahkan
oleh para utusanmu untuk bersaksi bahwa
tidak ada Tuhan selain Allah dan engkau adalah utusan Allah, hendaknya kami mendirikan solat wajib, mengerjakan
puasa di bulan Ramadhan, menunaikan
zakat dan berhaji bila mampu." Tanya Rasulullah s.a.w selanjutnya, "Apakah lima perkara yang kamu masih
terbiasakan sejak zaman jahiliyyah ?"
Jawab mereka, "Bersyukur di waktu
senang, bersabar di waktu kesusahan,
berani di waktu perang, redha pada waktu
kena ujian dan tidak merasa gembira dengan sesuatu musibah yang menimpa
pada musuh." Mendengar ucapan mereka
yang amat menarik ini, maka Rasulullah s.a.w berkata, "Sungguh kamu ini termasuk di dalam kaum yang amat pandai
sekali dalam agama mahupun dalam
tatacara berbicara, hampir sahaja kamu ini
serupa dengan para Nabi dengan segala
macam yang kamu katakan tadi." Kemudian Rasulullah s.a.w selanjutnya, "Mahukah kamu aku tunjukkan kepada
lima perkara amalan yang akan
menyempurnakan dari yang kamu
punyai ?
Janganlah kamu mengumpulkan sesuatu
yang tidak akan kamu makan. Janganlah kamu mendirikan rumah yang
tidak akan kamu tempati.
Janganlah kamu berlumba-lumba dalam
sesuatu yang bakal kamu tinggalkan,
Berusahalah untuk mencari bekal ke dalam
akhirat."
Setiap suatu yang ada dinuia ini allah telah memberikan kunci kuncinya
Al-Imam Ibnul Qoyyim Rahimahullah berkata: “Sesungguhnya Allah SWT telah menjadikan bagi
segala sesuatu KUNCI untuk membukanya.
Allah SWT menjadikan KUNCI pembuka shalat adalah bersuci sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
- ""‘Kunci shalat adalah bersuci’, Allah SWT menjadikan
- KUNCI pembuka haji adalah ihram
- ,KUNCI kebajikan adalah kejujuran,
- KUNCI syurga adalah tauhid,
- KUNCI ilmu adalah bagusnya bertanya dan mendengarkan,
- KUNCI kemenangan adalah kesabaran,
- KUNCI ditambahnya nikmat adalah syukur,
- KUNCI kewalian adalah Mahayana dan dzikir,
- KUNCI keberuntungan adalah takwa,
- KUNCI taufik adalah harap dan cemas kepada Allah ‘Azza wa Jalla,
- KUNCI dikabulkan adalah doa,
- KUNCI keinginan terhadap akhirat adalah zuhud di dunia,
- KUNCI keimanan adalah tafakkur pada hal yang diperintahkan Allah, keselamatan bagi-Nya, serta keikhlasan terhadap-Nya di dalam kecintaan, kebencian, melakukan, dan meninggalkan,
- KUNCI hidupnya hati adalah tadabbur al-Qur’an, beribadah di waktu sahur, dan meninggalkan dosa-dosa,
- KUNCI didapatkannya rahmat adalah ihsan di dalam peribadatan terhadap Khaliq dan berupaya memberi
- KUNCI rezeki adalah usaha bersama istighfar dan takwa,
- KUNCI kemuliaan adalah ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya,
- KUNCI persiapan untuk akhirat adalah pendeknya angan-angan,
jika ingin bertanya silahkan konsultasi disini insya allah jika sempat dilayani
KUNCI semua kebaikan adalah keinginan terhadap Allah dan kampung akhirat, KUNCI semua kejelekan adalah cinta dunia dan panjangnya angan-angan.” Wallahu a’lam bishshawab.